Anak-Anak Tumbuh Seperti Bunga di Gelar Karya Bimba Rainbow

Bimba Rainbow Taman Giri menggelar pentas seni bertema Lihat Kebunku sekaligus merayakan ulang tahun ke-3, dengan menanamkan keberanian, karakter, dan penghargaan terhadap perbedaan sejak usia dini.

Anak-Anak Tumbuh Seperti Bunga di Gelar Karya Bimba Rainbow
Pengelola Bimba Rainbow Taman Giri, Michelle Natasha Lois, S.Pd..

BADUNG — Bimba Rainbow Taman Giri menggelar gelar karya bertajuk Lihat Kebunku di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Badung, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini menampilkan kreativitas anak-anak usia 3–6 tahun sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-3 Bimba Rainbow Taman Giri.

Pentas seni tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan. Melalui beragam penampilan, anak-anak diajak belajar mengenai keberanian, kebersamaan, karakter, serta menerima perbedaan sejak usia dini.

Pengelola Bimba Rainbow Taman Giri, Michelle Natasha Lois, S.Pd., mengatakan tema Lihat Kebunku dipilih dengan filosofi bahwa setiap anak memiliki karakter dan potensi masing-masing untuk tumbuh dan berkembang.

“Kami menganggap anak-anak semua sebagai bunga. Mereka berbunga dan berbuah, sehingga nantinya bisa membanggakan orang tua dan negara,” ujar Michelle Natasha.

Dalam pertunjukan tersebut, anak-anak tampil dengan berbagai karakter, mulai dari bunga matahari, bunga lili hingga lebah. Keberagaman kostum dan peran itu menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan bahwa setiap anak memiliki perbedaan yang harus dihargai.

Sejumlah anak bahkan tampil secara mandiri di atas panggung. Ada yang menyanyikan lagu dengan iringan gitar hingga membacakan teks Pancasila.

“Ada juga yang berani tampil sendiri membawakan sebuah lagu dengan diiringi sebuah gitar, sampai membacakan teks Pancasila,” katanya.

Belajar Tak Sekadar Calistung

Michelle menegaskan, pendidikan di Bimba Rainbow Taman Giri tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung atau calistung.

Menurutnya, proses belajar menggunakan pendekatan Play-Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis bermain. Anak-anak mendapatkan stimulasi pada berbagai aspek perkembangan, mulai dari sosial, emosional, kognitif, bahasa hingga kemampuan motorik kasar dan halus.

“Anak-anak di sini tidak hanya sekadar datang, kemudian mengerjakan lembar soal lalu pulang. Kami mengajak mereka belajar sambil bermain dan bermakna. Makanya tagar kami adalah belajar, bermain, dan bermakna,” jelas Michelle.

Pendekatan tersebut juga mempertimbangkan karakter, kemampuan dan kecepatan belajar setiap anak yang berbeda. Karena itu, pendekatan personal menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan di Bimba Rainbow Taman Giri.

Konsep pendidikan holistik itu diterapkan agar anak tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan bersosialisasi, mengelola emosi, membangun kepercayaan diri serta memahami lingkungan di sekitarnya.

Tutor Jadi Bagian Penting

Menghadapi anak usia 3–6 tahun bukan pekerjaan sederhana. Michelle mengakui, ada suka dan duka yang dirasakan selama mendampingi anak-anak dalam proses tumbuh kembang mereka.

Baginya, salah satu momen yang paling berat adalah ketika harus berpisah dengan anak-anak yang sebelumnya mendapatkan bimbingan di Bimba Rainbow Taman Giri karena mereka mulai beranjak ke jenjang pendidikan berikutnya.

“Dukanya mungkin saat ditinggal mereka. Kami akui, untuk meng-handle anak-anak usia 3–6 tahun itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah,” ungkapnya.

Namun, ia menyebut komitmen para tutor menjadi salah satu kekuatan dalam menjalankan proses pendidikan. Para tutor tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga kecintaan dan kepedulian terhadap dunia anak.

“Acara sukses hari ini juga berkat miss-miss-nya atau tutor, selain kerja sama dengan anak-anak dan orang tuanya,” kata Michelle.

*Mamanya Greta dan Greya

Orang Tua Melihat Perubahan Anak

Gelar karya Lihat Kebunku juga mendapat respons positif dari orang tua peserta. Salah seorang ibu peserta mengaku melihat perubahan pada keberanian dan kemampuan sosial anaknya setelah mengikuti pembelajaran di Bimba Rainbow Taman Giri.

Menurutnya, anak-anak terlihat menikmati kegiatan tanpa menunjukkan rasa takut ataupun malu ketika tampil di hadapan banyak orang.

“Kegiatan gelar karya membuat si anak sangat berani. Mereka tidak ada lagi rasa enggan atau malu saat tampil. Tidak ada wajah sedih, mereka bermain-main saja dan sangat enjoy dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Ia juga menilai pendidikan yang diberikan tidak berhenti pada kemampuan akademis. Anak-anak dibiasakan membangun karakter dan berinteraksi dengan lingkungan sosial tanpa membeda-bedakan teman.

“Mereka tidak belajar menulis dan membaca saja, tetapi juga belajar karakter. Mereka di sini semuanya mau bergaul dengan siapa saja, tidak memilih-milih teman dan mereka aktif,” pungkas Mamanya Greta dan Greya 

Melalui gelar karya Lihat Kebunku, Bimba Rainbow Taman Giri menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini dapat dikemas melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif dan bermakna. Di atas panggung, anak-anak bukan hanya tampil menunjukkan bakat, tetapi juga belajar percaya diri, bekerja sama dan menghargai perbedaan.

Editor: Ray