Bali Gaspol Cetak Generasi Jenius, GASING dan Sacred Octagon Jadi Senjata

Gubernur Bali Wayan Koster menggandeng Prof. Yohanes Surya dan Telkomsel menghadirkan GASING Academy serta Sacred Octagon untuk memperkuat numerasi, logika, dan karakter generasi muda Bali.

Bali Gaspol Cetak Generasi Jenius, GASING dan Sacred Octagon Jadi Senjata
Wayan Koster (Gubernur Bali) dan Prof. Yohanes Surya.

DENPASAR — Bali mulai mengarahkan strategi pendidikan tidak hanya pada pencapaian akademik, tetapi juga pada perubahan cara anak memandang matematika. Upaya itu diwujudkan melalui peluncuran GASING Academy dan Sacred Octagon, sebuah kolaborasi yang melibatkan Pemerintah Provinsi Bali, fisikawan Prof. Yohanes Surya, dan Telkomsel.

Program tersebut menempatkan kemampuan numerasi dan pola pikir logis sebagai salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi dan era kecerdasan buatan (AI).

Gubernur Bali Wayan Koster menilai penguatan pendidikan harus dilakukan dengan pendekatan yang mampu membuat anak belajar secara lebih mudah, menarik, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah metode GASING, akronim dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan, yang dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya.

Metode ini dirancang untuk mengubah pengalaman belajar matematika yang selama ini kerap dianggap sulit menjadi proses yang lebih sederhana dan menyenangkan. Anak tidak langsung dibebani dengan rumus-rumus kompleks, tetapi diarahkan untuk membangun pemahaman konsep dan intuisi angka melalui latihan yang bertahap dan berulang.

Prof. Yohanes Surya menjelaskan bahwa pendekatan tersebut berangkat dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki kemampuan untuk memahami matematika apabila mendapatkan metode pembelajaran yang tepat.

“Metode GASING dirancang agar matematika menjadi gampang, asyik, dan menyenangkan sehingga anak tidak lagi melihat matematika sebagai sesuatu yang menakutkan.”

Selain GASING Academy, program Sacred Octagon memberikan pendekatan yang lebih luas terhadap proses pendidikan. Konsep ini tidak hanya menekankan kemampuan intelektual, tetapi juga keseimbangan dalam membangun karakter dan pola pikir peserta didik.

Dengan demikian, kecerdasan tidak semata-mata diukur dari kemampuan menghitung atau menghafal, tetapi juga dari kemampuan berpikir, memecahkan persoalan, menjaga ketenangan, dan membangun karakter.

Kolaborasi dengan Telkomsel juga memperlihatkan adanya upaya menghubungkan pendidikan dengan perkembangan ekosistem digital. Infrastruktur teknologi dan ruang belajar yang inovatif dinilai dapat menjadi bagian penting dalam memperluas akses pembelajaran bagi generasi muda Bali.

Direktur Utama Telkomsel menegaskan dukungan perusahaan terhadap penguatan ekosistem pendidikan dan pengembangan talenta digital sebagai bagian dari persiapan generasi muda menghadapi perubahan teknologi.

“Kami berkomitmen mendukung pengembangan talenta muda melalui pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital agar generasi masa depan memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan zaman.”

Di tengah perkembangan AI dan otomatisasi, kemampuan numerasi, logika, serta berpikir kritis menjadi semakin penting. Teknologi dapat membantu manusia mengolah informasi, tetapi kemampuan memahami persoalan dan mengambil keputusan tetap membutuhkan fondasi berpikir yang kuat.

Karena itu, peluncuran GASING Academy dan Sacred Octagon tidak sekadar dipandang sebagai agenda pendidikan jangka pendek. Program tersebut menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia Bali dalam membangun generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter.

Bali selama ini dikenal luas melalui kekuatan pariwisatanya. Namun, melalui penguatan pendidikan, Pulau Dewata juga tengah berupaya membangun identitas lain: sebagai daerah yang mampu melahirkan talenta unggul, ilmuwan, inovator, dan generasi digital yang kompetitif.

Pesannya sederhana. Matematika tidak harus menjadi momok bagi anak-anak. Dengan metode yang tepat, angka dapat berubah dari sesuatu yang menakutkan menjadi pintu masuk menuju logika, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

Editor - Ray