Maulid Nabi di Ponpes Harfan Mafatihil Bilad, Haji Harun Tekankan Generasi Qurani Berakhlak
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Jembrana dirangkaikan dengan khatmil Quran, santunan anak yatim dan dhuafa serta lomba santri.
JEMBRANA – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Tahfidz Quran Harfan Mafatihil Bilad, Banjar Teluk Limo, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Pendiri pesantren, Haji Harun Budianto, menegaskan pentingnya menjadikan momentum Maulid sebagai bagian dari pembentukan generasi Qurani yang berilmu sekaligus berakhlak.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 18 September 2026, tersebut dihadiri sekitar 750 jamaah. Perayaan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Mewujudkan Generasi Qurani yang Berilmu, Berakhlak bagi Umat.”

Haji Harun mengatakan, keteladanan Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui pendidikan dan pembinaan generasi muda.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk menanamkan akhlak Rasulullah kepada generasi muda. Anak-anak tidak cukup hanya memiliki ilmu, tetapi juga harus memiliki akhlak, kecintaan terhadap Al-Qur’an dan kepedulian kepada sesama,” ujar Haji Harun.
Menurut Haji Harun, pesantren mempunyai posisi penting dalam membangun keseimbangan antara pendidikan agama, ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Karena itu, keberadaan Ponpes Harfan Mafatihil Bilad diharapkan tidak hanya menjadi tempat menghafal Al-Qur’an, tetapi juga ruang pembinaan akhlak para santri.
“Kami ingin Ponpes Harfan Mafatihil Bilad menjadi tempat lahirnya generasi Qurani yang berilmu dan berakhlak. Harapannya, para santri mampu mengamalkan ilmu yang dipelajari dan memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat dan umat,” katanya.
Rangkaian kegiatan Maulid dimulai sejak pagi dengan khatmil Quran yang diikuti para pengasuh dan santri. Kegiatan tersebut dipandu Ustaz Hafidz, Ustaz Farid Rizal serta sejumlah pengasuh lainnya.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada anak yatim, piatu dan kaum dhuafa di sekitar lingkungan pesantren. Pihak ponpes juga menggelar sejumlah perlombaan sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan kemampuan santri.
Lomba yang digelar antara lain hafalan Juz 30, hafalan Juz 1, azan, tartil Al-Qur’an, membaca doa sehari-hari hingga fashion show.
Sementara itu, acara utama pada malam hari berlangsung mulai pukul 20.00 Wita hingga sekitar pukul 23.00 Wita. Tausiah Maulid disampaikan Habib Salim Bin Ali Bapaqih.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Jembrana Kembang Hartawan, Camat Negara Arimbawa, Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Jembrana Subahan, serta H. Adrimin, anggota DPRD Kabupaten Jembrana dari Fraksi PDIP.
Kegiatan juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, wali santri serta personel Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tegal Badeng Barat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan aman.
Bagi Haji Harun, pembangunan pendidikan berbasis Al-Qur’an tidak dapat dipisahkan dari pembentukan karakter. Menurutnya, pendidikan agama harus mampu mendorong anak-anak untuk memahami nilai yang dipelajari sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sosial.
“Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai Maulid ini diterapkan dalam kehidupan. Santri harus terus belajar, menjaga akhlak, menghormati orang tua dan guru, serta menjadi bagian dari masyarakat yang memberikan manfaat,” tegas Haji Harun.

Ponpes Harfan Mafatihil Bilad merupakan lembaga pendidikan berbasis Al-Qur’an yang berada di Banjar Teluk Limo, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana. Pesantren tersebut dikembangkan sebagai tempat pendidikan tahfiz dan pembelajaran agama bagi para santri.
Selain mengembangkan pendidikan pesantren, Haji Harun juga aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial melalui Majelis Ta’lim Yayasan Mushola Baitul Izzah Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Ponpes Harfan Mafatihil Bilad ditutup dengan kebersamaan para jamaah, santri dan masyarakat. Bagi pihak pesantren, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menanamkan akhlak Rasulullah SAW kepada generasi muda.
Editor - Ray


