Yogi Sukma Taklukkan Bentang Jawa 1.500 Km dalam 6,5 Hari

Project Development BTID ini menuntaskan ultra-cycling ekstrem dari Carita, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur, setelah melewati medan berat dan perjalanan panjang tanpa dukungan kru.

Yogi Sukma Taklukkan Bentang Jawa 1.500 Km dalam 6,5 Hari
Bentang Jawa 2026 menjadi salah satu tantangan ultra-cycling paling berat di Indonesia.

BALI — Tekad menaklukkan Pulau Jawa dengan sepeda akhirnya terwujud. Yogi Sukma, yang berprofesi sebagai Project Development BTID, berhasil menyelesaikan ajang ultra-cycling Bentang Jawa 2026 dengan menempuh jarak sekitar 1.500 kilometer dalam waktu sekitar 6,5 hari.

Bentang Jawa 2026 menjadi salah satu tantangan ultra-cycling paling berat di Indonesia. Peserta harus menempuh rute dari Carita, Banten, menuju Banyuwangi, Jawa Timur, dengan batas waktu maksimal 156 jam. Perjalanan tahun ini berlangsung sejak 16 hingga 22 Agustus 2026.

Bagi Yogi, keberhasilan mencapai garis finis bukan sekadar catatan jarak tempuh. Perjalanan tersebut menjadi pembuktian daya tahan fisik, kekuatan mental, kedisiplinan, sekaligus kemampuan mengelola strategi selama berada di atas sadel selama berhari-hari.

Bentang Jawa menggunakan konsep unsupported ultra cycling. Artinya, peserta dituntut mengelola sendiri kebutuhan selama perjalanan, termasuk makanan, hidrasi, navigasi, waktu istirahat, hingga penanganan persoalan teknis pada sepeda.

Tantangan semakin berat karena rute Bentang Jawa 2026 memiliki total kenaikan elevasi sekitar 16.000 meter. Peserta harus menghadapi perubahan karakter medan mulai dari kawasan pesisir, perbukitan, pegunungan hingga hutan, sekaligus menghadapi perubahan suhu yang ekstrem.

Dengan kondisi tersebut, kemampuan menjaga ritme menjadi sangat penting. Peserta tidak hanya dituntut memiliki kekuatan untuk mengayuh, tetapi juga harus mampu menentukan kapan memacu sepeda, kapan mengurangi kecepatan, kapan mengisi energi dan kapan beristirahat agar tetap mampu bergerak hingga garis finis.

Bentang Jawa 2026 diikuti 200 pesepeda yang terbagi dalam kategori Solo dan Pair. Sebanyak 146 peserta mengikuti kategori Solo, sedangkan 54 lainnya berlomba dalam kategori Pair. Ajang ini juga memiliki daya tarik internasional dengan kehadiran 29 peserta dari 13 negara.

Penyelenggara sendiri menegaskan karakter Bentang Jawa sebagai perlombaan yang mengandalkan kemampuan mandiri peserta.

“Bentang Jawa is an unsupported ultra cycling race,” demikian penjelasan penyelenggara mengenai konsep perlombaan tersebut.

Dalam perjalanan sejauh 1.500 kilometer, Yogi harus berhadapan dengan berbagai tantangan yang tidak bisa dipisahkan dari olahraga ultra-endurance. Panas di siang hari, dingin pada malam hari, tanjakan panjang, rasa lelah yang terus terakumulasi serta tekanan mental menjadi bagian dari perjalanan menuju Banyuwangi.

Kondisi tersebut membuat pencapaian seorang finisher Bentang Jawa tidak hanya ditentukan oleh kecepatan. Strategi membagi tenaga, menjaga asupan nutrisi dan cairan, membaca navigasi, mengatur waktu tidur serta mempertahankan konsentrasi menjadi faktor penting untuk bertahan sampai akhir.

Bentang Jawa 2026 juga menunjukkan tingginya level kompetisi tahun ini. Zidan Attala Nouval Hidayat tercatat sebagai finisher pertama kategori Solo Male setelah menyelesaikan rute sekitar 1.500 kilometer dalam 3 hari 9 jam 43 menit.

Namun, esensi Bentang Jawa tidak berhenti pada siapa yang paling cepat. Setiap peserta yang mampu menyelesaikan rute sesuai ketentuan telah melewati ujian panjang yang menuntut ketahanan fisik sekaligus mental.

Keberhasilan Yogi Sukma menyelesaikan perjalanan sekitar 6,5 hari menjadi gambaran nyata bahwa olahraga ultra-cycling membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan bersepeda. Konsistensi, disiplin, persiapan dan keberanian untuk terus melangkah ketika kondisi tubuh mulai berada di titik lelah menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Bagi Yogi, setiap kilometer yang dilewati menjadi bagian dari proses menaklukkan batas diri. Dari Carita di ujung barat hingga Banyuwangi di timur, perjalanan itu bukan hanya tentang berpindah sejauh 1.500 kilometer, tetapi juga tentang mempertahankan tekad hingga tujuan benar-benar tercapai.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi inspirasi bahwa tantangan besar tidak selalu harus ditaklukkan dengan kecepatan. Dalam perjalanan panjang, kemampuan bertahan, mengambil keputusan dan terus bergerak justru menjadi penentu untuk mencapai garis akhir.

Bentang Jawa 2026 akhirnya selesai. Namun bagi Yogi Sukma, garis finis di Banyuwangi dapat menjadi awal dari tantangan berikutnya—untuk kembali menguji sejauh mana batas kemampuan diri masih bisa didorong.

1.500 kilometer. 6,5 hari. Satu tekad menaklukkan Pulau Jawa.

Editor - Ray