FKIK Warmadewa Latih Pokdarwis Goa Lawah Tangani Kegawatdaruratan

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, edukasi penyakit infeksi dan pengelolaan sampah digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan di kawasan wisata Goa Lawah.

FKIK Warmadewa Latih Pokdarwis Goa Lawah Tangani Kegawatdaruratan
Aktivitas pengabdian masyarakat

KLUNGKUNG — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa memperkuat kapasitas masyarakat di kawasan Pura Sad Kahyangan Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kabupaten Klungkung, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Kegiatan yang digelar Sabtu (22/8/2026) tersebut menyasar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan materi utama Bantuan Hidup Dasar (BHD), pencegahan penyakit infeksi, serta pengelolaan sampah.

Program ini melibatkan unsur pemerintahan desa, desa adat, pengelola Pura Goa Lawah, tenaga kesehatan, kader Poskesdes dan Kader Desa Siaga. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kawasan Goa Lawah menjadi ruang aktivitas keagamaan sekaligus destinasi wisata dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

Dekan FKIK Universitas Warmadewa mengatakan PkM tidak semata-mata diarahkan untuk menyampaikan teori, tetapi juga membangun keterampilan praktis yang dapat digunakan masyarakat ketika menghadapi persoalan di lapangan.

"Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Khususnya bagi Pokdarwis yang sehari-hari berada di kawasan wisata, pengetahuan mengenai pertolongan pertama, pencegahan penyakit dan kebersihan lingkungan sangat penting," ujar Dekan FKIK Universitas Warmadewa.

Salah satu materi utama adalah pelatihan BHD yang diberikan dr. Putu Arya Suryanditha, M.Si. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya tindakan awal ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan sebelum korban memperoleh pertolongan medis lebih lanjut.

"Ketika terjadi kondisi darurat, pertolongan pada menit-menit pertama sangat penting. Karena itu, masyarakat yang berada di kawasan wisata perlu memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan sambil menunggu bantuan medis," kata dr. Putu Arya Suryanditha.

Selain kegawatdaruratan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pencegahan penyakit infeksi. Materi tersebut disampaikan Ageng Wiyatno, S.Si., M.Biomed., kolaborator dari Mochtar Riady Institute for Nanotechnology.

Menurut Ageng, pencegahan penyakit dapat dimulai dari perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

"Pencegahan penyakit infeksi sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Menjaga kebersihan diri, lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan penyakit," ujar Ageng Wiyatno.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Ir. I Gede Sutapa, MP., dari Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, terutama pentingnya pemilahan dan penanganan sampah sejak dari sumbernya.

"Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Masyarakat dan pengelola kawasan perlu membiasakan pemilahan dan penanganan sampah dengan baik sehingga lingkungan tetap bersih dan tidak menimbulkan persoalan kesehatan," katanya.

Rangkaian PkM juga diisi bakti sosial bagi masyarakat lanjut usia. Sebanyak 30 lansia memperoleh pemeriksaan tekanan darah dan gula darah serta bantuan sembako.

Dukungan fasilitas turut diberikan untuk menunjang aspek kebersihan dan kesehatan di kawasan Goa Lawah. Bantuan yang diserahkan meliputi empat tempat sampah, dua kotak P3K, tiga alat pengering tangan, serta pembangunan tower air.

Untuk mengukur efektivitas edukasi, FKIK Universitas Warmadewa juga menerapkan pre-test dan post-test kepada peserta Pokdarwis. Evaluasi tersebut digunakan untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian materi.

"Kami tidak ingin kegiatan berhenti pada penyampaian materi. Karena itu, kami melakukan pre-test dan post-test untuk melihat pemahaman peserta dan menjadi bahan evaluasi terhadap kegiatan yang kami laksanakan," ujar Dekan FKIK Universitas Warmadewa.

Kegiatan berlangsung hingga siang hari dan ditutup dengan makan siang bersama. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi Universitas Warmadewa, dengan fokus pada penguatan kesehatan masyarakat, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, pencegahan penyakit infeksi serta pengelolaan lingkungan di kawasan wisata.

Langkah FKIK Universitas Warmadewa ini juga sejalan dengan aktivitas pengabdian masyarakat kampus yang terus dikembangkan melalui berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat.

Editor - Ray