Idul Adha di Serangan Jadi Simbol Harmoni, BTID Kembali Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kampung Bugis
DENPASAR, Bali – Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali terasa hangat di Kampung Bugis, Desa Serangan, saat perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada Masjid As-Syuhada sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.

Pada Idul Adha tahun ini, BTID menyerahkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing kepada panitia kurban Masjid As-Syuhada. Bantuan tersebut merupakan agenda rutin perusahaan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Penyerahan hewan kurban dilakukan langsung kepada pengurus masjid dan disambut antusias oleh masyarakat Kampung Bugis Serangan.
Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Bantuan kurban ini menjadi bentuk silaturahmi sederhana dari kami sebagai bagian dari komunitas Desa Serangan. Kami berharap apa yang diberikan dapat membawa manfaat, kebahagiaan, dan mempererat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Zefri.
Ia menambahkan, BTID berupaya menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar seiring pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.

Sementara itu, Ketua Takmir Majelis Masjid As-Syuhada Serangan, Muhammad Amir, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BTID yang dinilai konsisten mendukung kegiatan sosial dan keagamaan warga.
“Kami sangat bersyukur karena BTID selama ini terus memberikan perhatian dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Semoga ke depan kerja sama dan kepedulian seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Pada Idul Adha tahun ini, total hewan kurban yang diterima Masjid As-Syuhada mencapai 4 ekor sapi dan 36 ekor kambing. Daging kurban tersebut dibagikan kepada sekitar 300 penerima manfaat di wilayah Desa Serangan.
Tidak hanya menjadi momentum ibadah dan berbagi, pelaksanaan kurban di Kampung Bugis juga memperlihatkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama. Proses penyembelihan hingga distribusi daging melibatkan partisipasi masyarakat lintas keyakinan, termasuk warga Hindu di Desa Serangan.
Ketua Seksi Pembagian Daging Kurban, Usman, mengatakan keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi tradisi yang terus dijaga hingga kini.
“Semua pihak ikut membantu dalam proses penyembelihan maupun pembagian daging kurban. Kami juga membagikan daging kepada aparat keamanan dan para jro bendesa sebagai bentuk silaturahmi kepada seluruh masyarakat di Desa Serangan,” ujarnya.

Menurut Usman, kebersamaan antarwarga di Serangan telah terjalin sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Senada dengan itu, Muhammad Amir menegaskan hubungan harmonis antara umat Muslim dan Hindu di Kampung Bugis sudah diwariskan secara turun-temurun.
“Kami sejak dulu hidup berdampingan dan saling membantu dalam berbagai kegiatan. Kebersamaan seperti ini menjadi kekuatan masyarakat Serangan,” ucapnya.
Momentum Idul Adha tahun ini pun menjadi gambaran nyata tentang harmoni sosial yang tetap terjaga di tengah keberagaman masyarakat Bali.
Editor - Ray


