Aswat Tapin Belajar Pengelolaan Media Siber ke JMSI Bali

Sebanyak 23 wartawan Aswat Tapin, Kalimantan Selatan, melakukan kaji tiru ke JMSI Bali untuk mempelajari pengelolaan bisnis media siber, jurnalistik pariwisata, dan penguatan organisasi media.

Aswat Tapin Belajar Pengelolaan Media Siber ke JMSI Bali
Rombongan Aswat Tapin.

23 Wartawan Kalimantan Selatan Pelajari Bisnis Media Online dan Jurnalistik Pariwisata di Pulau Dewata

DENPASAR – Sebanyak 23 wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Tapin (Aswat), Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan kaji tiru ke Sekretariat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, Sabtu (25/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan media siber, penguatan organisasi, hingga strategi pemberitaan sektor pariwisata.

Rombongan Aswat Tapin diterima Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) JMSI Bali, Rudianto, didampingi Bendahara JMSI Bali, Jeffry Karangan.

Dalam sambutannya, Rudianto menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, silaturahmi antarkomunitas wartawan dari berbagai daerah menjadi langkah penting untuk memperkuat jejaring sekaligus meningkatkan kualitas industri media.

"Luar biasa 23 wartawan bisa main ke Bali untuk bersilaturahmi. Kami dari JMSI Bali menyambut hangat kunjungan teman-teman Aswat Tapin dan berharap suatu saat JMSI Bali juga bisa berkunjung balasan ke Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan," ujar Rudianto.

Ia menjelaskan, JMSI Bali saat ini menaungi 18 perusahaan media siber yang aktif menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas, mulai dari literasi digital, sosialisasi bijak bermedia sosial, hingga rencana pembentukan kelas jurnalistik bagi insan pers.

Sementara itu, perwakilan Aswat Tapin, Herman Hidayat, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan menggali pengalaman JMSI Bali dalam membangun media siber yang berkelanjutan sekaligus mempelajari pola pemberitaan pariwisata yang mampu menarik perhatian pembaca.

"Bali telah lama dikenal sebagai destinasi wisata internasional. Kami ingin belajar bagaimana teman-teman JMSI Bali dan wartawan mengemas berita pariwisata agar potensi di Tapin juga bisa terangkat maksimal," kata Herman.

Selain mempelajari strategi bisnis media online, rombongan Aswat juga mendalami teknik penyajian berita pariwisata yang informatif, menarik, dan memiliki daya saing di platform digital. Hasil kaji tiru tersebut diharapkan dapat menjadi referensi untuk mengembangkan kualitas media siber dan promosi potensi daerah di Kabupaten Tapin.

Melalui pertemuan ini, JMSI Bali dan Aswat Tapin sepakat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan kompetensi jurnalistik, pertukaran informasi, serta penguatan ekosistem media siber di tingkat daerah maupun nasional.

Editor - Ray