SEO: RS Far Eastern Taiwan dan RS Mata Bali Mandara Bangun Telemedisin Mata untuk Daerah Terpencil

Far Eastern Memorial Hospital Taiwan dan RS Mata Bali Mandara resmi mengembangkan layanan telemedisin oftalmologi berbasis smart healthcare untuk mempercepat deteksi dini penyakit mata di daerah terpencil Indonesia.

SEO: RS Far Eastern Taiwan dan RS Mata Bali Mandara Bangun Telemedisin Mata untuk Daerah Terpencil

Kolaborasi smart healthcare Taiwan-Indonesia memperkuat skrining retina berbasis telemedisin guna mendeteksi dini retinopati diabetik, glaukoma, dan penyakit makula.

DENPASAR, GatraDewata.com – Rumah Sakit Far Eastern Memorial Hospital (FEMH), Taiwan, bersama Rumah Sakit Mata Bali Mandara resmi memperkuat kolaborasi di bidang layanan kesehatan mata berbasis telemedisin. Kerja sama ini ditandai dengan pemanfaatan kamera fundus (retinal camera) yang terintegrasi dengan platform telemedicine Far EasTone dan perangkat pemeriksaan dari Jinhong Technology untuk meningkatkan deteksi dini penyakit mata, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil Indonesia.

Program tersebut merupakan bagian dari New Southbound Policy – Medical and Health Cooperation and Industrial Chain Development Program yang didukung Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan. Melalui pemanfaatan teknologi smart healthcare dan integrasi sistem informasi kesehatan, kedua institusi membangun layanan skrining retina jarak jauh guna memperluas akses pelayanan oftalmologi di daerah yang selama ini sulit dijangkau tenaga medis spesialis.

Pada peluncuran program, tim medis juga menggelar pemeriksaan kesehatan mata bagi masyarakat. Salah seorang peserta yang telah menderita diabetes selama 10 tahun menjalani pemeriksaan retina menggunakan kamera fundus. Hasil pemeriksaan kemudian dikirim melalui platform telemedisin dan dianalisis secara real time oleh dokter spesialis mata dari RS Mata Bali Mandara.

Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami Clinically Significant Macular Edema (CSME) atau edema makula yang bermakna secara klinis. Temuan tersebut memungkinkan pasien segera memperoleh rujukan dan penanganan medis sehingga risiko kehilangan penglihatan permanen dapat dicegah melalui intervensi dini.

Dalam keterangan resminya, Far Eastern Memorial Hospital menyatakan bahwa pembangunan sistem telemedisin menjadi langkah strategis mengingat tingginya prevalensi diabetes di Indonesia serta besarnya paparan sinar ultraviolet di Bali yang meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan mata.

"Tingginya angka diabetes di Indonesia serta paparan sinar ultraviolet yang kuat sepanjang tahun di Bali meningkatkan risiko retinopati diabetik, glaukoma, dan penyakit makula. Karena itu, sistem pelayanan kesehatan mata berbasis telemedisin menjadi sangat penting untuk memperkuat deteksi dini serta efektivitas pengobatan penyakit mata," demikian pernyataan resmi Far Eastern Memorial Hospital.

RS Mata Bali Mandara sendiri merupakan rumah sakit yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Bali sebagai pusat pembinaan layanan kesehatan mata bagi daerah terpencil. Rumah sakit tersebut memiliki tanggung jawab mendukung pelayanan kesehatan di 46 fasilitas kesehatan yang tersebar di wilayah binaannya.

Kerja sama antara Far Eastern Memorial Hospital dan RS Mata Bali Mandara telah dimulai sejak 2024 melalui pengembangan sistem telemedisin oftalmologi. Tahap proof of concept (PoC) telah berhasil diselesaikan dan mendapat apresiasi dari pemerintah daerah sebagai model pengembangan layanan kesehatan digital.

Ke depan, kedua institusi akan terus mengintegrasikan keunggulan Taiwan dalam bidang smart healthcare, perangkat medis, serta teknologi informasi dan komunikasi untuk memperluas layanan kesehatan mata di Indonesia.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi melalui integrasi smart healthcare, teknologi medis, dan sistem informasi guna membangun model layanan kesehatan mata yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai daerah," ujar Far Eastern Memorial Hospital dalam pernyataan resminya.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan masyarakat yang berada di wilayah terpencil dapat memperoleh akses pemeriksaan mata lebih cepat, diagnosis lebih akurat, serta penanganan yang tepat waktu sehingga angka kebutaan akibat penyakit mata dapat ditekan.

Editor - Tim