Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia dan Kitabisa Bantu Ratusan Anabul Terlantar di Bali
Bantuan menyasar feeder dan rescuer yang merawat anjing serta kucing terlantar, sekaligus memperkuat program sterilisasi dan kesehatan hewan di Bali.
DENPASAR – Kepedulian terhadap anjing dan kucing terlantar di Bali terus digerakkan melalui aksi nyata. Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia bersama Kitabisa menyalurkan bantuan sekitar 1,44 ton pakan dan bahan makanan kepada para feeder, rescuer, serta pengelola shelter yang selama ini merawat hewan terlantar secara mandiri.
Bantuan tersebut terdiri atas 200 kilogram ati ayam, 300 kilogram beras, 470 kilogram dog food, dan 470 kilogram cat food. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya mendukung keberlangsungan hidup anjing dan kucing yang tidak memiliki pemilik maupun hewan yang berada dalam perawatan para penyelamat.

Ketua Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia atau The Voice of PAW Bali Foundation, Michelle Angel, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada para penyelamat hewan yang selama ini harus memenuhi kebutuhan anabul secara mandiri.
“Kami bergerak di bidang rescue anjing serta menjalankan berbagai program seperti pembagian pakan dan sterilisasi bagi anjing dan kucing jalanan setiap bulannya,” ujar Angel, 2 Oktober 2026.
Menurut Angel, selain distribusi pakan, yayasan secara rutin menjalankan program sterilisasi dengan menggandeng sejumlah dokter hewan atau veterinarian (vet) di berbagai wilayah Bali.
Program tersebut menyasar anjing dan kucing jalanan sebagai bagian dari upaya pengendalian populasi hewan terlantar. Sterilisasi dinilai penting untuk mencegah bertambahnya jumlah stray dogs and cats yang pada akhirnya berpotensi terlantar di jalanan.

“Kami bekerja sama dengan beberapa dokter hewan di seluruh Bali untuk menjalankan program sterilisasi. Ini merupakan salah satu kontribusi kami dalam membantu mengurangi overpopulation stray dogs and cats di Bali,” jelas Angel.
Ke depan, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia juga berencana memperluas kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Bali. Program yang disiapkan tidak hanya berkaitan dengan sterilisasi, tetapi juga vaksinasi rabies, pengobatan, hingga edukasi kepada masyarakat.
“Ke depan kami akan menggandeng PDHI Bali juga untuk menambah program kami, di antaranya sterilisasi, vaksinasi rabies, pengobatan, serta edukasi bagi masyarakat, khususnya terkait perawatan dan kesehatan anjing serta pemiliknya,” ungkap Angel.
Bantuan pakan tersebut mendapat apresiasi dari para feeder dan pengelola shelter yang menjadi penerima manfaat. Fientje F. Ksligis, salah seorang feeder anjing dan kucing di Bali, mengatakan dukungan pakan sangat dibutuhkan karena banyak hewan terlantar yang membutuhkan makanan setiap hari.

“Kami membutuhkan makanan-makanan basah untuk anjing dan kucing yang kurang beruntung di Bali, yang dibuang begitu saja oleh majikannya,” kata Fientje.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kitabisa dan Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih untuk Kitabisa dan Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia. Ini sangat bermanfaat bagi anabul-anabul kami,” imbuhnya.

Apresiasi serupa disampaikan Bella Bonita, pengelola shelter independen yang selama ini merawat ratusan hewan terlantar. Menurutnya, bantuan pakan menjadi dukungan berarti bagi keberlangsungan shelter yang harus memenuhi kebutuhan makanan hewan setiap hari.
“Hari ini saya dapat berkah. Melalui Kitabisa, terima kasih saya ucapkan juga kepada Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia,” ujar Bella.
Bella mengatakan saat ini dirinya merawat sekitar 300 ekor anabul, terutama anjing, serta sekitar 40 ekor kucing.

“Semoga Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia dan Kitabisa makin jaya dan sukses selalu,” pungkasnya.

Program kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan hewan terlantar tidak hanya membutuhkan peran komunitas rescue dan shelter, tetapi juga dukungan masyarakat, dokter hewan, lembaga sosial, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan satwa.
Editor: Ray


