Wakapolda Bali Made Astawa Juara Home Tournament Bulutangkis, Perkuat Kedekatan Polisi dan Rakyat
Wakapolda Bali Made Astawa bersama Fernando menjuarai Home Tournament Bulutangkis Polisi Bersama Rakyat setelah mengalahkan pasangan PB Roberset’79 di Denpasar.
DENPASAR – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., bersama pasangannya, Fernando, berhasil meraih gelar juara pertama dalam Home Tournament Bulutangkis bertajuk “Polisi Bersama Rakyat” di Wijaya Badminton Sport Hall, Senin (19/10/2026). Turnamen ini mempertemukan personel Polda Bali dengan pemain PB Roberset’79 dalam kompetisi yang mengedepankan sportivitas dan kebersamaan.

Pasangan Made Astawa/Fernando (Polda Bali)
Kompetisi yang diikuti delapan pasangan ganda tersebut berlangsung sengit. Empat pasangan dari Polda Bali berhadapan dengan empat pasangan PB Roberset’79 yang diperkuat mantan pemain Pelatda serta atlet senior Bali.
Pertandingan menggunakan format double knock-out atau sistem gugur ganda dengan rally point. Persaingan berlangsung ketat, memperlihatkan kemampuan teknik, ketahanan fisik, dan strategi masing-masing pasangan.

Final Ketat, Made Astawa/Fernando Taklukkan Pasangan Senior PB Roberset’79
Partai final mempertemukan Made Astawa/Fernando dari Polda Bali dengan Sugeng/Sarjana dari PB Roberset’79. Dalam duel tersebut, pasangan Polda Bali harus bekerja keras menghadapi permainan berpengalaman lawannya.
Pada gim pertama, Made Astawa/Fernando menang tipis 21-19. Persaingan berlanjut pada gim kedua, tetapi pasangan Polda Bali mampu menjaga konsistensi permainan hingga menutup pertandingan dengan skor 21-15.

Pasangan Sugeng/Sarjana (PB Roberset’79)
Kemenangan tersebut mengantarkan Made Astawa/Fernando sebagai juara pertama, sedangkan Sugeng/Sarjana menempati posisi kedua.
Perjalanan menuju final juga diwarnai persaingan ketat. Rahde/Azy dari PB Roberset’79 berhasil melewati Krisna/Dika dari Polda Bali sebelum akhirnya terhenti saat menghadapi Made Astawa/Fernando. Sementara itu, Sugeng/Sarjana memastikan tempat di final setelah mengalahkan Deby/Yuda dari Polda Bali.
Pada klasemen akhir, posisi juara ketiga diraih Rahde/Azy dari PB Roberset’79. Hasil ini memperlihatkan persaingan yang relatif seimbang antara kedua kubu sepanjang turnamen.

Rahde/Azy dari PB Roberset’79.
Usai pertandingan, Made Astawa mengaku semakin menikmati permainan seiring meningkatnya intensitas pertandingan. Ia menilai kemampuan menjaga stamina dan membaca permainan menjadi faktor penting dalam menghadapi lawan-lawan berpengalaman.
“Terakhir kita panas (final), dan memang permainan makin akhir makin bagus. Kita ini diesel, makin lama makin jos,” ujar Made Astawa sembari terkekeh.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemain PB Roberset’79 yang dinilainya mampu memberikan perlawanan seimbang. Menurutnya, pertandingan tersebut menjadi pengalaman menarik yang layak dilanjutkan melalui pertemuan berikutnya.
“Luar biasa PB Roberset’79. Permainannya imbang. Dua di PB Roberset’79 dan dua di Polda Bali. Nanti kita lanjutkan, masih kayaknya penasaran,” katanya.
Made Astawa menambahkan, menghadapi pemain berpengalaman tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik. Kecermatan membaca arah bola, strategi, dan kemampuan mengambil keputusan turut menentukan hasil pertandingan.

Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K.
“Yang main ini guru (profesional) semua terakhir. Ya kita harus dengan cerdik dan pintar, bukan hanya dengan tenaga,” tegasnya.
Sementara itu, Komang BL/Adi dari PB Roberset’79 mengakui sempat merasa gugup ketika berhadapan dengan pasangan Made Astawa/Fernando. Namun, setelah pertandingan berjalan, ia merasakan langsung perbedaan kualitas permainan lawannya.
“Awalnya agak nervous (grogi) lawan Pak Wakapolda, tapi setelah main ya memang permainan beda mereka,” ungkapnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada generasi muda agar terus mengembangkan kemampuan dan keberanian berkompetisi. Menurutnya, perpaduan semangat, teknik, serta kualitas permainan Made Astawa/Fernando menjadi tantangan tersendiri bagi lawan.

Komang BL, PB Roberset’79.
“Yang menang yang terbaik. Polisi untuk masyarakat,” tutupnya.
Hasil akhir turnamen menempatkan Made Astawa/Fernando dari Polda Bali sebagai juara pertama, Sugeng/Sarjana dari PB Roberset’79 sebagai juara kedua, serta Rahde/Azy dari PB Roberset’79 sebagai juara ketiga.
Lebih dari sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, Home Tournament “Polisi Bersama Rakyat” menjadi ruang interaksi antara personel kepolisian dan masyarakat melalui olahraga. Suasana pertandingan yang kompetitif sekaligus akrab memperlihatkan bagaimana bulutangkis dapat menjadi sarana membangun komunikasi, mempererat hubungan, dan menumbuhkan rasa saling menghargai.

Salam "Polisi Bersama Rakyat"
Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan antara Polda Bali dan komunitas olahraga diharapkan terus terjaga, sejalan dengan pesan bahwa olahraga bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga sportivitas dan solidaritas.
Editor: Ray


