Heboh Medsos Bali! Unggahan Bikini dan Adegan Mesra Oknum Senator Tuai Sorotan Publik

Heboh Medsos Bali! Unggahan Bikini dan Adegan Mesra Oknum Senator Tuai Sorotan Publik
AA Gde Aryawan / Gungde kecewa sikap oknum DPD RI yang unggah gunakan bikini di media sosial. "Heboh Medsos Bali! Unggahan Bikini dan Adegan Mesra Oknum DPD RI Tuai Kecaman"

DENPASAR – Jagat media sosial Bali tengah dihebohkan dengan viralnya unggahan seorang oknum anggota DPD RI asal Bali yang menampilkan dirinya mengenakan busana renang terbuka di pantai hingga adegan mesra bersama pasangan. Unggahan tersebut menuai beragam reaksi publik dan memicu perdebatan soal etika pejabat publik di ruang digital.

*foto dan video anggota DPD RI yang menjadi sorotan perbincangan di media sosial. 

Sorotan tajam datang dari Sekretaris Organisasi Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali, Anak Agung Gede Aryawan atau yang akrab disapa Gungde. Ia menilai persoalan bukan terletak pada penggunaan bikini di area pantai, melainkan ketika konten tersebut diunggah ke media sosial terbuka yang dapat diakses semua kalangan, termasuk anak-anak.

“Bukan soal orang memakai bikini di pantai, itu hak pribadi. Tapi ketika diunggah ke media sosial dan dikonsumsi publik luas, tentu ada tanggung jawab moral yang harus dipikirkan,” ujar Gungde kepada awak media, Minggu (24/5/2026).

*Pandangan beberapa tokoh masyarakat terhadap postingan yang dianggap tidak memiliki etika kesopanan. 

Menurutnya, pejabat publik memiliki posisi sebagai panutan masyarakat sehingga wajib menjaga citra, etika, dan kepantasan dalam bermedia sosial. Ia menilai perilaku tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap lembaga negara.

Gungde juga menyinggung soal norma budaya dan adat ketimuran yang masih dijunjung tinggi masyarakat Bali. Ia menyebut masih banyak masyarakat yang tetap dapat menikmati wisata pantai tanpa harus mempertontonkan hal-hal yang dianggap berlebihan di ruang publik digital.

*Pandangan yang dianggap tidak masalah oleh sebagian netizen. 

“Ada etika yang harus dijaga. Media sosial itu terbuka, bisa diakses anak-anak tanpa batas. Jangan sampai konten seperti ini dianggap biasa lalu ditiru,” tegasnya.

Tak hanya unggahan berbikini, Gungde juga menyoroti adanya video maupun foto adegan mesra yang sebelumnya sempat beredar di media sosial. Ia menilai tindakan tersebut dilakukan berulang kali dan semakin memancing reaksi masyarakat.

“Yang membuat saya keberatan karena ini terjadi berulang. Dulu ada adegan ciuman di tempat hiburan, sekarang unggahan di pantai lagi. Sebagai pejabat publik tentu masyarakat akan menilai,” katanya.

Dalam pernyataannya, Gungde mengingatkan bahwa pejabat negara maupun ASN memiliki kewajiban menjaga kehormatan jabatan dan kepercayaan publik. Ia mengaitkan hal tersebut dengan norma etika aparatur dan tanggung jawab moral di ruang publik.

“Ia adalah wakil rakyat, digaji oleh rakyat. Tentu masyarakat berharap ada contoh sikap yang lebih elegan dan bermartabat,” imbuhnya.

*Pandangan banyak netizen yang tidak menyukai dan menolak sikap atau unggahan dari oknum DPD RI yang dianggap melanggar norma kesopanan. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak senator yang menjadi sorotan belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp juga belum mendapat jawaban.

Polemik ini pun terus menjadi pembahasan hangat di berbagai grup WhatsApp dan media sosial di Bali, dengan masyarakat terbelah antara yang menganggap itu sebagai ranah privasi dan yang menilai pejabat publik tetap harus menjaga etika di ruang digital.

Editor: Ray

.................... 

Catatan:

Media Bali Satu Berita tidak menutup ralat/klarifikasi dari para pihak yang berseteru, kami memberi ruang memuat hak jawab dan pemberitaan lanjutan dan mengkaji isu tersebut dari sudut pandang yang lebih luas dan netral. 

Dapat menghubungi email, bsbredaksi@gmail.com