JMSI Lampung Gagas Festival Keris Pusaka Nusantara, Pringsewu Disiapkan Jadi Tuan Rumah

JMSI Lampung Gagas Festival Keris Pusaka Nusantara, Pringsewu Disiapkan Jadi Tuan Rumah
Festival Keris Pusaka Nusantara diharapkan menjadi ruang promosi budaya sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah yang aktif menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

PRINGSEWU – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menggagas penyelenggaraan Festival Keris Pusaka Nusantara sebagai upaya pelestarian warisan budaya dan benda pusaka Indonesia. Kabupaten Pringsewu diproyeksikan menjadi tuan rumah kegiatan yang akan digelar dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2027 dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 JMSI.

Gagasan tersebut disampaikan Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan saat memimpin audiensi bersama jajaran pengurus JMSI Provinsi Lampung dan JMSI Kabupaten Pringsewu dengan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, Kamis (4/6/2026).

Menurut Novriwan, penyelenggaraan Festival Keris Pusaka Nusantara dilatarbelakangi keprihatinan terhadap semakin berkurangnya perhatian terhadap benda pusaka dan kekayaan budaya bangsa, termasuk yang ada di Lampung.

“Festival ini bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian HPN 2027 dan HUT JMSI, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara,” ujar Novriwan.

Ia menjelaskan, JMSI sebagai organisasi pemilik perusahaan media memiliki anggota dengan beragam latar belakang profesi dan aktivitas, termasuk pegiat pelestarian benda pusaka yang tergabung dalam Paguyuban Panjisewu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Panjisewu Donny Estavian mengatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan festival tersebut. Ia mengungkapkan bahwa JMSI Pusat dan Kementerian Kebudayaan telah menjalin kesepahaman untuk berkolaborasi dalam upaya pelestarian budaya dan pusaka Nusantara.

Menurut Donny, sinergi antara organisasi media dan pemerintah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menjaga warisan budaya bangsa di tengah berbagai tantangan modernisasi.

“Paguyuban Panjisewu siap mendukung gagasan dan cita-cita pelestarian budaya yang diusung bersama oleh JMSI dan Kementerian Kebudayaan,” katanya.

Donny menilai keberadaan Kementerian Kebudayaan memberikan semangat baru bagi para pegiat budaya di daerah. Ia menyebut pelestarian budaya membutuhkan energi besar dan kerja sama berkelanjutan dari berbagai pihak.

Paguyuban Panjisewu sendiri telah aktif selama enam tahun dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya meskipun dukungan yang diterima masih relatif terbatas.

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Keris Pusaka Nusantara. Namun, ia menekankan pentingnya penyusunan konsep dan narasi yang kuat terkait identitas keris Lampung agar kegiatan tersebut memiliki daya tarik yang lebih luas.

“Ini kegiatan yang positif dan tentu kami dukung. Tetapi perlu dibangun narasi yang kuat mengenai keris Lampung, termasuk karakteristik dan nilai budayanya. Hal itu penting untuk membangun citra dan menarik minat masyarakat,” ujar Riyanto.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini telah ada pihak yang mengajukan desain keris Lampung kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Namun, proses dan hasil pengajuan tersebut masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Jika terealisasi, Festival Keris Pusaka Nusantara diharapkan menjadi ruang promosi budaya sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah yang aktif menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

Editor - Ray