Sport Tourism Tancap Gas, Wisata Olahraga Kian Perkuat Fondasi Pariwisata Nasional

Sport Tourism Tancap Gas, Wisata Olahraga Kian Perkuat Fondasi Pariwisata Nasional
Ilustrasi sport tourism.

DENPASAR - Perkembangan sektor pariwisata Indonesia menunjukkan perubahan pola yang signifikan. Wisatawan kini cenderung mencari pengalaman yang lebih aktif, otentik, dan memberi nilai tambah, tidak sekadar menikmati hiburan pasif. Dalam dinamika tersebut, wisata olahraga atau sport tourism tampil sebagai salah satu motor baru penggerak pariwisata nasional.

Tren ini terlihat dari meningkatnya jumlah perjalanan wisata yang melibatkan aktivitas olahraga. Berdasarkan data Statistik Wisatawan Nusantara, pada 2022 tercatat sekitar 4,06 persen perjalanan domestik atau setara 29,8 juta perjalanan berkaitan dengan kegiatan olahraga. Dua tahun berselang, pada 2024, angkanya melonjak menjadi 5,93 persen atau sekitar 60,55 juta perjalanan. Kenaikan hampir dua kali lipat dalam kurun waktu tersebut menandakan tingginya minat masyarakat terhadap wisata berbasis aktivitas fisik.

Pertumbuhan ini turut didorong maraknya penyelenggaraan ajang olahraga di berbagai daerah, terutama event lari yang berkembang pesat. Jika pada 2022 hanya terdapat sekitar 94 agenda lari, maka pada 2025 jumlahnya meningkat tajam menjadi sekitar 556 event yang tersebar di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Lonjakan ini mencerminkan pergeseran olahraga dari sekadar aktivitas kebugaran menjadi daya tarik wisata yang terintegrasi dengan promosi daerah.

Tak hanya lari, berbagai ajang seperti triathlon, balap sepeda, hingga sport adventure juga kian diminati. Wisatawan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga terlibat langsung sebagai peserta, menciptakan pengalaman yang lebih personal sekaligus memperluas pergerakan wisata lintas wilayah.

Dari sisi ekonomi, dampak sport tourism dinilai nyata. Setiap penyelenggaraan event olahraga berkontribusi pada peningkatan tingkat hunian hotel, pergerakan sektor transportasi, hingga pertumbuhan usaha kuliner dan UMKM lokal. Aktivitas tersebut turut memperpanjang lama tinggal wisatawan, sehingga perputaran ekonomi di daerah penyelenggara menjadi lebih optimal.

Selain memberikan efek ekonomi, wisata olahraga juga dinilai selaras dengan konsep pariwisata berkelanjutan. Banyak penyelenggara kini mengusung pendekatan ramah lingkungan serta melibatkan komunitas lokal dalam pelaksanaan kegiatan. Konsep ini memadukan gaya hidup sehat, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai satu kesatuan.

Dengan tren yang terus menunjukkan peningkatan, sport tourism tidak lagi dipandang sebagai segmen pelengkap. Wisata olahraga telah berkembang menjadi peluang strategis dalam memperkuat daya saing pariwisata Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Editor - Ray