Investigasi Netti Herawati Ungkap Derita Ribuan WNI di Kamboja, Desakan Negara Bertindak Menguat

Investigasi Netti Herawati Ungkap Derita Ribuan WNI di Kamboja, Desakan Negara Bertindak Menguat
Gambar karikatur ilustrasi Netti Herawati.

Denpasar, 21 April 2026 — Peran jurnalisme investigasi kembali menjadi sorotan setelah laporan mendalam yang dilakukan Netti Herawati berhasil membuka fakta kelam terkait ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak dalam praktik penipuan daring (scam center) di Kamboja.

Dalam liputan yang dilakukan sejak awal 2026, terungkap sedikitnya 5.264 WNI berada dalam kondisi rentan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi pusat operasi penipuan digital. Para korban tidak hanya menghadapi persoalan administratif seperti overstay dengan denda tinggi, tetapi juga mengalami berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

Sejumlah kesaksian korban mengungkap adanya kekerasan fisik, penyekapan, hingga dugaan kekerasan seksual terhadap perempuan. Selain itu, para pekerja dipaksa bekerja dalam tekanan tinggi dengan jam kerja tidak manusiawi, disertai sistem denda dan pemotongan upah yang memberatkan.

Dengan latar belakang ekonomi dan hukum, Netti melakukan verifikasi langsung terhadap laporan para korban. Ia juga menelusuri berbagai hambatan birokrasi yang memperlambat proses pemulangan WNI ke Indonesia.

Data hingga Maret 2026 mencatat sebanyak 1.252 WNI telah berhasil direpatriasi. Namun, ratusan lainnya masih tertahan karena proses verifikasi terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh otoritas terkait.

Laporan tersebut juga mengungkap dugaan praktik pungutan liar di sejumlah fasilitas penahanan, yang semakin memperburuk kondisi para korban. Temuan ini memicu perhatian publik sekaligus mendorong respons dari berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif.

Desakan pembentukan satuan tugas khusus pun menguat, terutama untuk menangani rekrutmen ilegal serta memperkuat perlindungan bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri. Kasus ini dinilai sebagai alarm serius atas maraknya kejahatan lintas negara yang menyasar warga Indonesia.

Dalam ulasannya, Bali Satu Berita menegaskan bahwa di tengah kompleksitas dan lambannya proses birokrasi, jurnalisme investigasi memegang peran penting sebagai pengungkap fakta dan pendorong kesadaran publik.

Negara dinilai harus hadir secara konkret dalam melindungi warganya, terutama saat menghadapi persoalan kemanusiaan dan administrasi di luar negeri. Penanganan kasus WNI di Kamboja juga dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara serta memastikan perlindungan maksimal bagi setiap warga negara.

Kasus ini sekaligus menegaskan urgensi penguatan sistem perlindungan WNI di luar negeri agar praktik eksploitasi serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Editor: Ray

*Negara wajib hadir tatkala warga negaranya mendapatkan kesulitan administrasi serta kemanusiaan di negara lain. 

*Negara harus serius memutus kasus WNI di Kamboja demi kedaulatan negara.