DPP AWDI Matangkan Pelantikan DPW DKI Jakarta, Independensi Pers Jadi Harga Mati

Rakor DPP dan DPW AWDI DKI Jakarta memfinalisasi persiapan pelantikan Oktober 2026 sekaligus menegaskan pentingnya netralitas, profesionalisme, dan soliditas organisasi.

DPP AWDI Matangkan Pelantikan DPW DKI Jakarta, Independensi Pers Jadi Harga Mati
Rapat Koordinasi (Rakor) DPP AWDI dan DPW AWDI DKI Jakarta di Kantor Pusat AWDI, Jalan Juanda Raya 4A, Jakarta, Minggu (30/8/2026).

JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPP AWDI) bersama jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) AWDI DKI Jakarta mematangkan persiapan pelantikan kepengurusan DPW AWDI DKI Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) DPP AWDI dan DPW AWDI DKI Jakarta di Kantor Pusat AWDI, Jalan Juanda Raya 4A, Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Rakor dipimpin langsung Ketua Umum DPP AWDI Budi Wahyudin Syamsu, didampingi Sekretaris Umum Erni Krisna Sari dan Bendahara Umum Sri Hayati.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Terpilih DPW AWDI DKI Jakarta Arifin Soekarno bersama jajaran pengurus menyampaikan perkembangan persiapan organisasi kepada DPP AWDI.

Arifin melaporkan bahwa jajaran pengurus telah melakukan sejumlah pertemuan internal untuk memfinalisasi susunan kepengurusan. Struktur tersebut selanjutnya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) DPP AWDI.

Selain struktur kepengurusan, panitia pelaksana pelantikan juga telah dibentuk. Rencana pelantikan akan dilaksanakan di Pendopo Kantor Gubernur DKI Jakarta, dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan izin dan menyesuaikan seluruh ketentuan yang berlaku.

Ketua Umum DPP AWDI Budi Wahyudin Syamsu meminta seluruh jajaran DPW AWDI DKI Jakarta dan panitia pelaksana tidak bekerja secara seremonial, tetapi mengedepankan profesionalisme serta mematuhi AD/ART, mekanisme, dan prosedur organisasi.

Menurut Budi, penguatan organisasi AWDI di berbagai daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga marwah organisasi, khususnya menyangkut independensi dan netralitas insan pers.

“Tidak boleh ada intervensi maupun kepentingan politik, baik dari unsur pribadi maupun kepartaian. Independensi dan netralitas harus menjadi prioritas,” tegas Budi Wahyudin Syamsu.

Budi juga meminta persiapan pelantikan melibatkan berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap kehidupan pers dan kepentingan masyarakat. Di antaranya unsur pemerintah daerah, wartawan dan insan pers, tokoh masyarakat, aktivis, praktisi, hingga pengamat hukum.

Menurutnya, keberadaan awak media dan media partner juga perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam membangun komunikasi serta kemitraan yang sehat.

Rakor tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi perjalanan Musyawarah Wilayah (Muswil) AWDI DKI Jakarta yang digelar di Ecopark Ancol. Proses Muswil disebut berlangsung cukup panjang dan dinamis hingga akhirnya Arifin Soekarno ditetapkan sebagai ketua terpilih berdasarkan mekanisme organisasi dan AD/ART.

Budi menegaskan bahwa keputusan organisasi yang telah ditempuh melalui mekanisme resmi harus dihormati dan menjadi pijakan seluruh jajaran dalam membangun kepengurusan ke depan.

“Karena prosesnya telah melalui mekanisme organisasi, hasil tersebut harus diterima dan dihormati oleh DPP. Selanjutnya, pengurus yang terpilih harus menjaga kekompakan, saling mendukung, dan bersama-sama menutupi kekurangan satu sama lain dalam menjalankan roda organisasi,” ujar Budi.

Ia selanjutnya meminta DPW AWDI DKI Jakarta menjaga koordinasi secara berkelanjutan dengan DPP AWDI. Koordinasi tersebut dinilai penting agar program organisasi dapat berjalan terarah, proporsional, dan tetap berada dalam koridor tujuan organisasi.

“Koordinasi dengan DPP harus terus dilakukan agar program jangka pendek maupun jangka panjang dapat berjalan dengan baik dan sesuai mekanisme organisasi,” kata Budi.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Pelantikan DPW AWDI DKI Jakarta telah menetapkan Rohmat sebagai ketua panitia, Rina Puspa Dewi sebagai sekretaris, dan Siti Nur Aini Rahayu sebagai bendahara.

Rakor ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat soliditas internal, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta memastikan pelaksanaan amanah hasil Kongres AWDI berjalan sesuai AD/ART dan mekanisme organisasi.

Pelantikan DPW AWDI DKI Jakarta pada Oktober mendatang diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas komitmen AWDI terhadap pers yang profesional, independen, dan netral.

Editor - Ray