Bali Tak Pernah Kehilangan Pesona, Hampir 7 Juta Wisman Datang Sepanjang 2025, Australia Terdepan

Bali Tak Pernah Kehilangan Pesona, Hampir 7 Juta Wisman Datang Sepanjang 2025, Australia Terdepan
Ilustrasi

DENPASAR – Bali kembali menegaskan statusnya sebagai destinasi wisata unggulan dunia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali dan data sementara Imigrasi Ngurah Rai, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2025 mencapai 6.948.754 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Australia masih menjadi pasar terbesar bagi pariwisata Bali. Sepanjang 2025, tercatat 1.630.219 wisatawan asal Australia berkunjung ke Pulau Dewata atau setara 23,44 persen dari total kunjungan wisman.

Di posisi kedua, India menyumbang 570.728 kunjungan atau 8,20 persen, disusul China dengan 539.264 wisatawan atau 7,75 persen. Sementara itu, Korea Selatan berada di peringkat keempat dengan 348.207 kunjungan atau 5,01 persen, sedangkan Inggris menempati posisi kelima dengan 317.555 kunjungan atau 4,57 persen.

Negara-negara lain yang masuk dalam daftar sepuluh besar penyumbang wisatawan ke Bali adalah:

Prancis : 279.908 kunjungan (4,03 persen)

Amerika Serikat : 274.006 kunjungan (3,94 persen)

Malaysia : 251.272 kunjungan (3,62 persen)

Jepang : 209.027 kunjungan (3,01 persen)

Jerman : 206.281 kunjungan (2,97 persen)

Secara keseluruhan, sepuluh negara tersebut menyumbang lebih dari dua pertiga total wisatawan mancanegara yang datang ke Bali selama tahun 2025.

Tingginya angka kunjungan ini menjadi bukti bahwa pesona Pulau Dewata masih sangat kuat di mata dunia. Keindahan alam, kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta semakin banyaknya konektivitas penerbangan internasional menjadi faktor yang membuat Bali tetap menjadi pilihan utama wisatawan global.

Peningkatan jumlah wisatawan asing tersebut juga membawa dampak positif terhadap sektor perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, hingga ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali.

Dengan hampir tujuh juta wisatawan mancanegara sepanjang 2025, Bali kembali menunjukkan bahwa Pulau Dewata bukan sekadar tujuan liburan, tetapi juga simbol pariwisata Indonesia yang terus bersinar di panggung dunia.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali dan data Imigrasi Ngurah Rai.