Mitsubishi Estate Bangun Destinasi Belanja Premium di Bali, Sira Village Siap Dibuka Juli 2026

Mitsubishi Estate Bangun Destinasi Belanja Premium di Bali, Sira Village Siap Dibuka Juli 2026
Hadirnya Sira Village.

DENPASAR – Bali akan segera memiliki destinasi wisata belanja berskala internasional. Melalui kolaborasi antara Mitsubishi Estate Group dan PT Bali Turtle Island Development (BTID), kawasan Sira Village – Grand Outlet Bali dijadwalkan mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 di kawasan Kura Kura Bali, Denpasar.

Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 4,7 hektare tersebut digadang-gadang menjadi pusat perbelanjaan outlet pertama dan terbesar di Pulau Dewata. Lebih dari 100 merek global akan hadir, dipadukan dengan konsep gaya hidup tepi laut yang mengusung kekayaan budaya lokal dan pengalaman wisata yang berbeda dari pusat perbelanjaan konvensional.

Presiden Direktur Kura Kura Bali, Tuti Hadiputranto, mengatakan kehadiran Sira Village merupakan bagian dari upaya menciptakan destinasi baru yang mampu menyatukan pengalaman global dengan identitas Bali.

"Hadirnya Sira Village mencerminkan visi kami untuk menciptakan destinasi di mana pengalaman gaya hidup global dan identitas budaya Bali dapat hidup berdampingan secara harmonis. Ini bukan semata tentang ritel, tetapi tentang membentuk pengalaman waterfront lifestyle baru bagi Bali," ujar Tuti.

Berlokasi sekitar 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melalui Jalan Tol Bali Mandara dan Bypass Ngurah Rai, kawasan tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena terhubung langsung dengan sejumlah pusat pariwisata utama di Bali.

Berbeda dengan konsep mal tertutup, Sira Village dirancang sebagai kawasan terbuka yang mengintegrasikan aktivitas belanja, rekreasi, hiburan, dan kuliner dalam satu destinasi. Pengunjung akan dapat menemukan berbagai merek internasional ternama seperti Kate Spade, Calvin Klein, Lacoste, Tommy Hilfiger, Adidas, Puma, Nike, Coach, Marc Jacobs, hingga BOSS.

Tidak hanya itu, sejumlah merek yang belum pernah hadir di Bali bahkan Indonesia juga akan membuka gerai perdananya di lokasi tersebut, termasuk toko buku asal Jepang Kinokuniya dan Hazelwood.

Konsep outlet yang diterapkan memungkinkan konsumen memperoleh produk-produk premium dengan harga yang lebih kompetitif sepanjang tahun. Model bisnis ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap produk kelas dunia sekaligus memperkuat daya tarik wisata belanja Bali.

Di tengah dominasi merek internasional, pengelola juga memberikan ruang bagi produk dalam negeri melalui kehadiran Alun-Alun Indonesia. Area ini akan menampilkan beragam produk unggulan Nusantara, termasuk karya kreatif dan merek lokal asal Bali yang telah melalui proses kurasi.

Selain aktivitas ritel, Sira Village akan menghadirkan berbagai program seni dan budaya, mulai dari pertunjukan tradisional Bali, pameran desain, instalasi seni interaktif, hingga kegiatan berbasis komunitas. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan identitas budaya lokal tetap menjadi bagian utama dari pengalaman pengunjung.

Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga menjadi fokus pengembangan kawasan ini. Saat ini Sira Village tengah menjalani proses sertifikasi BCA Green Mark Gold sebagai pengakuan atas penerapan prinsip bangunan ramah lingkungan dan efisiensi operasional.

Mitsubishi Estate mengusung filosofi "Second Life" dalam pengelolaan outlet tersebut, yakni memperpanjang siklus hidup produk berkualitas sekaligus mendorong pola konsumsi yang lebih berkelanjutan.

Presiden Direktur PT Mitsubishi Estate Indonesia, Yoshinori Nakamura, menilai Bali memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi gaya hidup kelas dunia.

"Kami sangat antusias memperluas jejak Mitsubishi Estate melalui proyek ikonik ini di Bali. Kehadiran kami di dalam Kawasan Ekonomi Khusus yang prestisius ini merupakan peluang untuk memperkuat portofolio premium sekaligus berkontribusi terhadap masa depan sektor pariwisata dan ritel Indonesia," kata Nakamura.

Kehadiran Sira Village diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Bali, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga penguatan sektor pariwisata berbasis pengalaman.

Sebagai bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang ditetapkan pemerintah pada 2023, proyek ini menjadi salah satu pengembangan strategis yang diproyeksikan mendukung transformasi Bali menuju pusat gaya hidup, kreativitas, dan ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Editor: Ray