Jelang HUT ke-81 TNI, Danrem 163/Wira Satya Silaturahmi ke Puri Agung Ubud
Silaturahmi Danrem 163/Wira Satya dengan Penglingsir Puri Agung Ubud memperkuat sinergi TNI dan tokoh adat dalam menjaga keharmonisan sosial serta budaya Bali.
GIANYAR – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., memperkuat komunikasi dengan tokoh adat melalui kunjungan ke Puri Agung Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (25/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara jajaran TNI dengan komponen masyarakat, khususnya tokoh adat dan budaya di Bali. Dalam kesempatan itu, Danrem bersilaturahmi dengan Penglingsir Puri Agung Ubud, Drs. Tjokorde Putra Sukawati, di Gedong Betel Puri Agung Ubud.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Puri Agung Ubud sebagai salah satu pusat sejarah dan kebudayaan Bali dipandang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan adat, tradisi, serta harmoni sosial di tengah masyarakat.
Danrem 163/Wira Satya menyampaikan bahwa kedekatan TNI dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas pengabdian. Menurutnya, komunikasi dengan tokoh adat diperlukan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
“Anjangsana ke Puri Agung Ubud ini merupakan wujud nyata TNI untuk selalu dekat dengan masyarakat, khususnya tokoh adat. Kami menyadari bahwa Puri merupakan bagian penting dalam pelestarian budaya dan sejarah Bali,” ujar Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra.
Ia menegaskan, sinergi antara TNI dan masyarakat adat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang kondusif.
“Tanpa dukungan dan sinergi dengan para pemangku adat, pertahanan negara tidak akan kokoh,” tegasnya.
Momentum silaturahmi tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan sosial-kultural yang dilakukan jajaran Korem 163/Wira Satya dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat Bali.
Kedekatan dengan tokoh adat dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan harmonis antara institusi pertahanan dan masyarakat. Selain menjalankan fungsi pertahanan, TNI juga memiliki tugas dalam operasi militer selain perang yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 TNI sendiri akan menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di Bali, hubungan tersebut juga bersentuhan erat dengan keberadaan desa adat, puri, tokoh masyarakat, serta berbagai komunitas yang memiliki peran dalam menjaga stabilitas sosial dan kebudayaan.
Melalui silaturahmi ke Puri Agung Ubud, Korem 163/Wira Satya menegaskan pentingnya membangun komunikasi lintas unsur secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan sosial sekaligus memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat di wilayah Bali.
Editor - Ray


