Serangan Metangi! LPD Bangkit, Desa Adat Serangan Berbagi Ratusan Paket Sembako
DENPASAR – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Caka 1948 yang berdekatan dengan Idulfitri 2026, Desa Adat Serangan menghadirkan semangat kebersamaan melalui kegiatan sosial bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Bandesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, ratusan paket sembako dibagikan kepada krama desa pada Selasa, 10 Maret 2026.

Kegiatan yang juga bertepatan dengan peringatan 1,5 tahun kebangkitan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Serangan ini menjadi simbol bangkitnya lembaga keuangan adat tersebut setelah sebelumnya menghadapi berbagai persoalan pengelolaan. Sekitar 400 paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, dan mi instan dibagikan kepada warga melalui masing-masing kelian adat secara bergiliran.
Suasana kegiatan berlangsung meriah. Selain pembagian sembako, masyarakat juga dihibur dengan lomba karaoke dan hiburan musik dangdut yang menambah semarak acara. Program ini merupakan kegiatan kedua yang digelar sejak Pariatha menjabat sebagai Bandesa Adat Serangan.

Prajuru Desa Adat Serangan, I Wayan Patut, dalam kesempatan itu turut menyinggung perjalanan LPD Serangan yang kini sedang berbenah setelah diterpa persoalan dugaan pengelolaan dana desa adat oleh kepemimpinan sebelumnya yang kini masih berproses di Polda Bali. Dalam suasana santai, ia bahkan sempat melontarkan candaan kepada warga.
“Hadiah undiannya berupa mobil, tapi masih dalam bentuk brosur,” ujarnya disambut tawa masyarakat.
Bandesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan sekaligus meringankan beban masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Setidaknya bantuan ini bisa sedikit membantu masyarakat desa menjelang Nyepi dan Idulfitri,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut bersumber dari penyisihan laba LPD Desa Adat Serangan yang dikemas dalam program Serangan Metangi. Program ini dimaknai sebagai simbol kebangkitan desa adat dari keterpurukan akibat persoalan pengelolaan dana di masa lalu.
Ia menegaskan, LPD sebagai salah satu soko guru perekonomian desa adat harus terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui lembaga tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh dukungan permodalan yang lebih mudah untuk mengembangkan usaha, khususnya sektor UMKM di lingkungan Desa Adat Serangan.
“LPD yang kini kembali bangkit diharapkan dapat menjadi motor kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.

Pariatha juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai wujud komitmen desa adat dalam mendukung kesejahteraan krama.
“Semangatnya adalah dari krama untuk krama,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kepercayaan terhadap lembaga adat serta bersama-sama membangun Desa Adat Serangan dalam semangat kebersamaan dan nilai menyama braya.
Editor: Ray

