PMI Bali Satukan Kekuatan Mitra Lewat Partners Gathering Resiliensi Kemanusiaan 2026
DENPASAR, 12 Januari 2026 — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan aksi kemanusiaan dengan menggelar PMI Bali Partners Gathering Resiliensi Kemanusiaan 2026.

Mitra PMI Bali penyandang disabilitas buta dan tuli, Wiguna Mahaya.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi untuk Kemanusiaan: Menguatkan Kolaborasi, Menebar Kepedulian” ini menjadi ruang strategis untuk mempererat kerja sama antara PMI, pemerintah, dan para mitra dalam membangun ketangguhan kemanusiaan di Bali.

Wakil Ketua PMI Provinsi Bali, I.G.M. Arya Wisnu Mataram, menyampaikan bahwa PMI tidak hanya identik dengan layanan donor darah, tetapi juga berperan aktif dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, aksi sosial, hingga bakti kemanusiaan yang langsung menyentuh masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar respons kemanusiaan dapat berjalan cepat dan efektif.
Wisnu Mataram mencontohkan sinergi PMI dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanganan banjir yang terjadi baru-baru ini, mulai dari penyedotan air hingga dukungan layanan kesehatan bagi warga terdampak. Menurutnya, keberhasilan di lapangan tidak lepas dari dukungan mitra dan koordinasi yang solid.
“PMI hadir di berbagai lini kemanusiaan. Kolaborasi dengan pemerintah dan mitra menjadi kunci agar setiap aksi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Komitmen serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes. Ia menegaskan bahwa PMI merupakan mitra strategis pemerintah dalam urusan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan, terutama saat terjadi bencana.
“Kontribusi PMI sangat terasa, termasuk saat penanganan banjir kemarin. Kami di Dinas Kesehatan Provinsi Bali akan terus mendukung program dan kegiatan PMI,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Anom juga mengajak generasi muda Bali untuk aktif terlibat sebagai relawan PMI. Menurutnya, keterlibatan anak muda penting untuk menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan sejak dini.

“Kami mengajak generasi muda bergabung menjadi relawan PMI. Ini bukan hanya soal membantu orang lain, tetapi juga membangun karakter dan empati,” tambahnya.
Partners Gathering yang digelar berdasarkan Undangan Nomor 014/PSD/03.01/1/2026 ini berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, di Ruang Pertemuan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, Denpasar.

Acara diisi dengan silaturahmi dan penguatan kemitraan, pemaparan laporan program PMI Tahun 2025 serta rencana kerja Tahun 2026, apresiasi kepada mitra, kegiatan donor darah, penyerahan kendaraan operasional, hingga hiburan dan pembagian doorprize.

Sekretaris Pengurus PMI Provinsi Bali, I Gusti Ayu Diah Werdhi (Diah Werdhi Srikandi W.S., S.E., M.M.), menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadiri berbagai mitra strategis PMI, khususnya para donatur yang selama ini mendukung program kemanusiaan melalui skema donasi dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Ia menambahkan, selain layanan donor darah melalui Unit Donor Darah (UDD), PMI Bali juga fokus pada kesiapsiagaan bencana, pelatihan dan edukasi pertolongan pertama, serta respons cepat di lapangan saat terjadi bencana.

Pada kesempatan tersebut, PMI Provinsi Bali turut memberikan penghargaan kepada tujuh pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali. Mereka adalah Ir. Made Sumitra Tantra (AB Rh+), I Wayan Widana (O Rh+), I Made Suyasa (B Rh+), Eko Wardani (O Rh+), Anton Danusaputra (O Rh+), Andre Rahardja (O Rh+), dan Sumartadi (O Rh+).
Salah satu penerima penghargaan, Ir. Made Sumitra Tantra, mengaku konsisten mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Donor darah mungkin sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi yang membutuhkan. Selama masih mampu, saya akan terus melakukannya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, PMI Provinsi Bali berharap sinergi antara PMI, pemerintah, mitra, dan masyarakat—terutama generasi muda—semakin kokoh dalam memperkuat resiliensi dan kepedulian kemanusiaan di Bali.
Editor: Ray

