Koster–Jumhur Siapkan Langkah Besar Atasi Darurat Sampah di Bali
DENPASAR – Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan sampah di Bali yang selama ini menjadi sorotan masyarakat dan dunia pariwisata. Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat disebut tengah menyiapkan langkah besar untuk mempercepat penanganan krisis sampah di Pulau Dewata.
Kolaborasi dua tokoh alumni Institut Teknologi Bandung itu ramai diperbincangkan publik setelah muncul kampanye lingkungan di media sosial yang menekankan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Bali bebas polusi sampah melalui pendekatan kuratif dan penegakan aturan yang lebih tegas.

Salah satu fokus utama kebijakan tersebut adalah penghentian sistem open dumping atau pembuangan sampah terbuka di seluruh Bali mulai Agustus mendatang. Langkah itu dinilai sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah modern yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pemerintah juga dikabarkan akan meningkatkan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Tahura. TPST Tahura I ditargetkan mampu mengolah hingga 200 ton sampah per hari, sedangkan TPST Tahura II diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan mencapai 100 ton per hari dengan dukungan teknologi modern.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah mulai menyiapkan langkah penegakan aturan terhadap masyarakat yang tidak melakukan pemilahan sampah dari sumbernya. Dalam narasi kampanye tersebut, pelanggaran terkait pengelolaan sampah berpotensi dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) sebagai bentuk upaya membangun disiplin lingkungan.
Sektor pariwisata juga menjadi perhatian khusus dalam program tersebut. Hotel, restoran, dan kafe diwajibkan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik secara lebih ketat. Pemerintah berharap pelaku industri pariwisata tidak hanya menikmati pertumbuhan ekonomi Bali, tetapi juga berkontribusi menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Lingkungan Hidup dinilai menjadi sinyal kuat bahwa penanganan sampah di Bali tidak lagi sebatas wacana. Publik kini menanti implementasi konkret di lapangan, terutama terkait target penghentian open dumping serta penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.
“Sinergi ini menjadi angin segar agar Bali tetap estetik dan bebas sampah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kampanye lingkungan tersebut.
Tim


