Savate Tabanan Genjot Pembinaan Atlet Muda, Siapkan Langkah Menuju Porprov Bali 2027
TABANAN – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Savate Tabanan mulai mengintensifkan pembinaan atlet sekaligus memperkenalkan olahraga bela diri asal Prancis tersebut kepada masyarakat. Langkah itu diwujudkan melalui kegiatan latihan bersama dan sosialisasi yang melibatkan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA di GOR Debes Tabanan, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaring bibit atlet usia dini sekaligus memperluas eksistensi Savate di Kabupaten Tabanan. Hadir dalam kesempatan itu jajaran KONI Bali, KONI Tabanan, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Tabanan, serta pengurus Federasi Savate Indonesia dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagra Sunu, mengatakan perkembangan Savate di Bali menunjukkan tren yang positif. Meski secara administratif masih menunggu pengesahan sebagai anggota KONI Bali, secara prinsip cabang olahraga tersebut telah mendapat persetujuan.
"Secara prinsip Savate sudah kami setujui menjadi anggota KONI Bali. Tinggal diumumkan dalam Rakerprov. Harapan kami tahun ini resmi menjadi anggota KONI Bali sehingga pada Porprov Bali 2027 bisa dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi," ujarnya.
Ia menambahkan, prestasi Savate Bali juga terus berkembang. Atlet Bali telah mengikuti Kejuaraan Nasional sejak 2025, bahkan Bali dipercaya menjadi tuan rumah Kejurnas Savate yang akan digelar pada November 2026.
Sementara itu, Sekretaris Umum Savate Provinsi Bali, Deva Putra, mengungkapkan kepengurusan Savate kini telah terbentuk di seluruh sembilan kabupaten/kota di Bali. Menurutnya, seluruh pengurus daerah aktif menggelar pembinaan, kejuaraan, maupun sosialisasi untuk memperkenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat.

"Di Savate ada tiga nomor pertandingan, yakni body contact, point fighting, dan seni tongkat. Cabang olahraga ini bisa diikuti mulai usia tujuh tahun hingga dewasa dengan kategori berdasarkan kelompok umur dan berat badan," jelasnya.
Ketua Pengkab Savate Tabanan, Romanica Anggela Intanisari, mengatakan pihaknya berkomitmen memperluas pembinaan melalui latihan bersama, sosialisasi ke sekolah maupun kecamatan, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.
"Kami akan turun langsung ke berbagai kecamatan untuk memperkenalkan Savate. Selain itu juga menggelar kegiatan CSR seperti aksi bersih-bersih pantai dan area publik, serta memanfaatkan media sosial agar masyarakat semakin mengenal olahraga ini," katanya.
Saat ini Savate Tabanan telah membina tujuh atlet senior dan lima atlet usia dini berusia 8 hingga 12 tahun. Pengurus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung untuk berlatih dan mengembangkan potensi di cabang olahraga tersebut.
Menurut Anggela, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.
"Kami ingin melahirkan atlet yang beretika, berkarakter, dan berprestasi, sehingga mampu membawa nama Tabanan, Bali, bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum Savate Tabanan, I Nyoman Duantara, menegaskan bahwa prestasi atlet harus didukung oleh tata kelola organisasi yang baik.
"Prestasi tanpa manajemen organisasi yang kuat tidak akan memberikan dampak jangka panjang. Karena itu kami terus melakukan pembinaan, sosialisasi, dan merangkul atlet-atlet potensial agar dapat berkembang secara berkelanjutan," tegasnya.
Melalui rangkaian pembinaan dan sosialisasi yang terus diperluas, Savate Tabanan optimistis mampu melahirkan atlet-atlet muda berkualitas sekaligus memperkuat posisi cabang olahraga tersebut di Bali. Kehadiran Savate juga diharapkan dapat menjadi warna baru dalam pembinaan olahraga prestasi sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin, sportif, dan berkarakter.
Editor - Ray


