Kapolri Rangkul Ojol dan Pecalang, Perkuat Kamtibmas Berbasis Kolaborasi di Bali

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu pengemudi ojek online dan Pecalang di Badung melalui program Sabuk Kamtibmas. Kolaborasi ini memperkuat keamanan berbasis partisipasi masyarakat di Bali.

Kapolri Rangkul Ojol dan Pecalang, Perkuat Kamtibmas Berbasis Kolaborasi di Bali

Program Sabuk Kamtibmas di Badung menegaskan komitmen Polri membangun keamanan melalui sinergi dengan Pecalang dan komunitas ojek online sebagai mitra strategis di lapangan.

BADUNG – Pendekatan humanis kembali ditunjukkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui program Sabuk Kamtibmas, Kapolri memilih berdialog langsung bersama pengemudi ojek online (ojol) dan anggota Pecalang di Cafe B-Lounge, Kabupaten Badung, Kamis (16/7/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai tanpa protokoler yang kaku. Kapolri duduk bersama para peserta, mendengarkan berbagai aspirasi, pengalaman, hingga masukan dari mereka yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kapolri didampingi Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya beserta sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata menjadi tanggung jawab Polri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Keamanan tidak bisa dibangun sendirian oleh polisi. Pecalang dengan kearifan lokalnya dan komunitas ojek online dengan mobilitas tinggi merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas di tengah masyarakat," tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, sinergi dengan Pecalang sebagai penjaga keamanan berbasis adat serta komunitas ojol yang memiliki jangkauan luas di lapangan menjadi kekuatan penting dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Pertemuan tersebut juga diisi dengan pemutaran video dokumentasi yang menampilkan berbagai bentuk kerja sama antara Polri dan komunitas pengemudi ojek online. Tayangan tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi yang dibangun bukan sekadar simbolis, tetapi telah berjalan dalam berbagai kegiatan pelayanan maupun pengamanan masyarakat.

Program Sabuk Kamtibmas sekaligus memperlihatkan strategi Polri yang semakin mengedepankan pendekatan kolaboratif dan partisipatif. Di Bali, yang memiliki karakter sosial dengan perpaduan budaya adat yang kuat dan aktivitas pariwisata yang dinamis, sinergi bersama Pecalang dan komunitas ojol dinilai menjadi model efektif dalam menjaga stabilitas keamanan.

Pecalang selama ini memiliki peran penting dalam pengamanan kegiatan adat dan keagamaan, sementara para pengemudi ojek online menjadi kelompok masyarakat yang setiap hari beraktivitas di berbagai wilayah, sehingga memiliki kemampuan mengenali dinamika lingkungan secara cepat.

Melalui dialog langsung seperti ini, Polri berharap hubungan dengan masyarakat semakin erat, sehingga berbagai persoalan keamanan dapat diantisipasi secara bersama melalui komunikasi, kepercayaan, dan kemitraan yang berkelanjutan.

Program Sabuk Kamtibmas menjadi salah satu wujud komitmen Polri untuk membangun sistem keamanan yang tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan kolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat demi menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Bali.

Editor - Ray