Pendidikan, Budaya, Augmented Reality

Pendidikan, Budaya, Augmented Reality
Gambar Candi Arjuna Ratha Mahabalipuram. Sumber : (Culture n.d.)

Oleh: Totok Suryawan

Tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara meyakini nilai nasionalisme dan karakter kebangsaan bisa dikembangkan melalui pendidikan.  Tumbuh kembang budi pekerti, pikiran, dan tubuh anak menjadi tujuan pendidikan yang beliau gagas. Energi positif dalam kehidupan akan didapat melalui budi pekerti yang memiliki rasa kesatuan pikiran, perasaan, serta niat. Seperti halnya konsep karakter yang tidak hanya dilihat dari penampilan, tetapi juga lebih dalam sebagai karakteristik seseorang (Riyanti, Irfani, and Prasetyo 2021).

Karakter bangsa merupakan identitas yang memiliki ciri khas dan nilai dasar suatu bangsa, yang mana karakter ini sendiri terbentuk dari budaya bangsa itu sendiri. Pendidikan karakter menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005 2025. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila merupakan bagian dari Pendidikan karakter yang digunakan sebagai landasan dalam mewujudkan pembangunan nasional.

Karakter bangsa tidak bisa dilepaskan dari budaya yang menjadi kebiasaan atau tata cara yang diciptakan oleh masyarakat secara turun temurun, dan hasil penerapan kebiasaan – kebiasaan ini akan membentuk karakter bangsa. Setidaknya ada enam peranan penting budaya bagi manusia dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat diantaranya: (1) Sebagai petunjuk dan pengatur dalam bertindak, berperilaku dan berbuat dalam pergaulan; (2) wadah untuk menyalurkan kompetensi dan perasaan; (3) pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia; (4) pembeda manusia dan binatang; (5) pedoman hubungan antar manusia dan kelompok; (6) modal dasar pembangunan (Vina Febiyani Musyadad, Agung Nugroho Catur Saputro 2022).

Demikian pentingnya peranan budaya dalam kehidupan manusia sehingga sudah menjadi keharusan menjadi salah satu bagian dalam materi pendidikan nasional kita. Dengan nilai – nilai budaya yang kita warisi diharapkan dapat menjadi pengembangan karakter generasi bangsa sehingga bisa mengurangi krisis moral yang marak terjadi saat ini seperti pembunuhan, korupsi, kekerasan seksual, penyalahgunaan obat-obat terlarang dan lain sebagainya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengembangkan budaya dalam pendidikan diantaranya: (1) mengenalkan, menjaga, mengolah, memilih, dan mengembangkan unsur-unsur budaya; (2) menguatkan penalaran dan meningkatkan budi pekerti; (3) menumbuhkan semangat kebangsaan; (4) menciptakan manusia pembangunan. Pada tulisan sebelumnya “Libatkan Masyarakat untuk Melestarikan Budaya dengan Teknologi Open Data” sudah diperkenalkan tentang konsep open culture dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya, pada tulisan ini akan diperkenalkan augmented reality sebagai media visual untuk memperkenalkan budaya sebagai bagian dalam materi pendidikan.

Augmented reality adalah penggabungan benda – benda nyata dan maya dalam lingkungan nyata, berjalan secara interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antar benda dalam tiga dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata (Usmaedi, Fatmawati, and Karisman 2020). Teknologi ini mampu merealisasikan dunia virtual ke dalam dunia nyata, dan dapat merubah objek-objek kedalam bentuk 3D. Dengan teknologi augmented reality ini memungkinkan seseorang melihat sebuah benda nyata dalam bentuk 3D, seperti ketika anda berkunjung ke sebuah museum dan melihat sebuah lukisan di dinding museum dengan teknologi augmented reality lukisan itu bisa anda lihat dalam bentuk 3D, dan memungkinkan juga dilengkapi dengan audio berupa penjelasan tentang lukisan tersebut.

Secara umum ada dua cara kerja augmented reality yaitu dengan metode marker atau marker augmented reality, dan tanpa menggunakan marker atau markerless augmented reality. Berikut gambar cara kerja augmented reality menggunakan marker.

Gambar Cara Kerja Marker Augmented Reality Sumber : (Usmaedi, Fatmawati, and Karisman 2020)

Seperti yang terlihat pada gambar tersebut cara kerja augmented reality ini dimulai dengan kamera menangkap data dari marker pada dunia nyata, frame marker hitam berupa bilangan biner akan dikirim informasinya ke komputer. Selanjutnya software pada komputer akan mencari posisi marker hitam dan mendeteksi beberapa video pada framenya, apabila marker ditemukan maka software komputer akan menggunakan persamaan matematika untuk menghitung posisi kamera terhadap kotak hitam pada marker. Setelah dikalkulasikan model grafis akan muncul pada posisi yang sama dan berada dalam ruang kotak hitam, dan terakhir ditampilkan pada layer untuk melihat grafis 3D dalam dunia nyata.

            Salah satu contoh penggunaan AR untuk melestarikan budaya adalah Google Art and Culture, melalui platform ini pengguna dapat melihat ratusan tour AR yang memungkinkan guru dan siswa menjelajahi lingkungan virtual yang interaktif. Misalkan kita mau mengunjungi salah beberapa warisan budaya seperti masjid Nina-Dome sebuah masjid yang dibangun sekitar 600 tahun yang lalu di kota Medieval Bagerhat. Berikut adalah tampak luar dari masjid Nina-Dome.

Gambar Masjid Nina-Dome Sumber : (Culture 2022b)

Pengunjung bisa melakukan tour ke dalam masjid sehingga kita bisa melihat dengan detail bagian dalam masjid seperti gambar berikut ini.

Gambar bagian Dalam Masjid Nina-Done/ Sumber : (Culture 2022b)

 

Contoh lainya pengunjung bisa melihat candi Mahabalipuram di India, kita dapat melakukan tour virtual dengan visual 3D ke seluruh area candi. Monumen Mahabalipuram merupakan monumen klasik di India yang sebagian besar dibangun pada abad ke-7 Masehi. Terletak dekat dengan laut di India Selatan dibangun oleh arsitektur patung India kuno. Mahabalipuram masuk ke dalam situs warisan budaya dunia pada tahun 1984. Tradisi kuno ukiran batu masih hidup di wilayah tersebut, hasil palu dan pahat di atas batu masih terlihat jelas walaupun sudah dibentuk sekitar seribu lima ratus tahun lalu. Berikut salah satu gambar candi Mahabalipuram.

Gambar Candi Mahabalipuram di India. Sumber : (Culture 2022c)

Menggunakan platform ini pengunjung bisa melakukan tour ke dalam kuil, seperti pada gambar berikut ini salah satu hasil tour di dalam kuil yang ditampilkan dengan detail.

Gambar Bagian Dalam Candi Mahabalipuram. Sumber : (Culture 2022c)

Setelah selesai melakukan tour di satu kuil, pengunjung bisa pindah untuk tour ke kuil lain, seperti pada gambar ini merupakan kuil Bima’s Ratha yang atapnya berbentuk menyerupai kap mobil memanjang di atas alas persegi yang ditopang oleh beberapa tiang.

Gambar Candi Bima’s Ratha Mahabalipuram. Sumber : (Culture 2022a)

Candi lain di lingkungan Mahabalipuram yaitu Arjuna Ratha, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.

Gambar Candi Arjuna Ratha Mahabalipuram. Sumber : (Culture n.d.)

 

Referensi

Culture, Google Art and. 2022a. “Bima’s Ratha Mahabalipuram.” Google Art and Culture. https://artsandculture.google.com/.

———.“Nine-Dome Mosque.” Google Art and Culture.

———.“The Shore Temple Mahabalipuram.” Google Art and Culture. https://artsandculture.google.com/.

———. “Arjuna Ratha Mahabalipuram.” Google Art and Culture. https://artsandculture.google.com/.

Riyanti, Dwi, Sabit Irfani, and Danang Prasetyo. 2021. “Pendidikan Berbasis Budaya Nasional Warisan Ki Hajar Dewantara.” Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 4(1): 345–54.

Usmaedi, Usmaedi, Putri Yuniar Fatmawati, and Aprian Karisman. 2020. “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Aplikasi Augmented Reality Dalam Meningkatkan Proses Pengajaran Siswa Sekolah Dasar.” Jurnal Educatio FKIP UNMA 6(2): 489–99.

Vina Febiyani Musyadad, Agung Nugroho Catur Saputro, Dkk. 2022. Pendidikan Karater. Yayasan Kita Menulis.